artikel / memasang dan menggunakan samba di linux

Memasang dan Menggunakan Samba di Linux

Memasang dan Menggunakan Samba di Linux

Install

ArchLinux

sudo pacman -Syu --noconfirm
sudo pacman -S `samba`

Ubuntu

sudo apt update
sudo apt upgrade
sudo apt install -y `samba`

Konfigurasi Awal

Pada awal pemasangan di ArchLinux, server samba tidak menyediakan berkas konfigurasi. Salin (copy & paste) berkas konfigurasi di bawah ini dan simpan sebagai smb.conf

cd /etc/samba
sudo wget https://perpustakaan.nirkabel.net/repositori/config/smb.conf

Aktivasi

sudo systemctl start smb
sudo systemctl start nmb

Cek status

sudo systemctl status smb
sudo systemctl status nmb

Apabila tidak ada masalah, aktifkan secara otomatis saban kali server dihidupkan

sudo systemctl enable smb
sudo systemctl enable nmb

Konfigurasi Lanjutan

Pemakai

Buat akun pengguna samba tanpa harus membuat direktori bagi mereka di server. Dalam contoh ini ada 3 pengguna: genderuwo, wewe, dan kuntilanak

sudo useradd -M -g users -G wheel genderuwo  
sudo passwd gendewuro
sudo useradd -M -g users -G wheel wewe  
sudo passwd banaspati
sudo useradd -M -g users -G wheel kuntilanak  
sudo passwd kuntilanak

Laporkan akun mereka sebagai pengguna samba dengan password yang bisa sama atau sebaiknya berbeda dari yang sudah dicatatkan di atas:

sudo smbpasswd -a genderuwo
sudo smbpasswd -a wewe
sudo smbpasswd -a kuntilanak

Direktori

Dalam contoh ini akan dibuat direktori yang bisa dibaca/ditulis oleh ketiga akun tersebut. Pertama-tama buka lagi berkas konfigurasi

sudo nano /etc/samba /smb.conf 

Apabila direktori www adalah tanggungjawa user 'wewe`, maka konfigurasinya adalah sbb:

[www]
path = /var/www/html
writable = yes
browseable = yes
create mask = 0777
directory mask = 0777
read only = no
public = no
valid users = wewe

Apabila direktori /opt/app/korupsi dan dibagikan dengan nama korupsi adalah tanggungjawab user genderuwo dan kuntilanak, maka konfigurasinya adalah sbb:

[korupsi]
path = /opt/app/korupsi
writable = yes
browseable = yes
create mask = 0777
directory mask = 0777
read only = no
public = no
valid users = gendewuro, kuntilanak

Simpan berkas konfigurasi baru dengan menekan tombol CRTL-X

Hidupkan-ulang server samba:

sudo systemctl restart `samba`
sudo systemctl restart nmb

Cek fitur berbagi di jaringan lokal. Andaikan server samba menggunakan alamat IP 69.69.69.69 maka dari peramban berkas (Thunar, dll) ketik alamat: smb://69.69.69.69.

Menautkan (mount) otomatis di Linux

Berikut ini langkah tambahan untuk otomatis menautkan direktori samba ke komputer Linux:

Andaikan Anda adalah genderuwo pemakai Linux: Buat direktori lokal untuk menautkan direktori dari server:

mkdir -p /home/genderuwo/kerjaan/tanpa/upah

Buat berkas berisi password dan username:

nano /home/genderuwo/.smb.kredensial

Isi dengan username dan password akses samba:

username=genderuwo
password=5W[_w!>#znfh(>aug"*.x[^x(!eyg+G(

Simpan berkas konfigurasi baru dengan menekan tombol CRTL-X

Sunting berkas /etc/fstab untuk menautkan secara otomatis setiap kali komputer genderuwo dihidupkan ke direktori /home/genderuwo/kerjaan/tanpa/upah

Buka berkas /etc/fstab:

sudo nano /etc/fstab

Tambahkan ke /etc/fstab:

//69.69.69.69/korupsi /home/genderuwo/kerjaan/tanpa/upah cifs guest,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777,credentials=/home/genderuwo/.smb.kredensial

Simpan berkas konfigurasi baru dengan menekan tombol CRTL-X

Cek dengan perintah:

sudo mount -a

Selesai

Pada contoh ini, dipaparkan cara memasang dan berbagi direktori server Linux menggunakan protokol samba sehingga dapat digunakan oleh pemakai semua sistem operasi. Dipaparkan juga contoh cara menghubungkan komputer Linux otomatis ke server samba.

Selayang pandang proyek Perpustakaan Nirkabel

Perpustakaan Nirkabel (wireless library) is a 12-year-old project bringing digital technology to remote areas in Indonesia, empowering basic education and bridging the gap in education. It enables students in remote areas to access knowledge and resources previously out of reach. Witness the tech enthusiasts' brainchild with a heart for education.

detail