Penemuan Partikel yang Merisak Hidup Penemunya
Pada 2012 para ilmuwan mengumumkan salah satu penemuan paling penting dalam fisika: Boson Higgs. Selama 48 tahun status Boson Higgs sebatas diyakini ada sampai 4 Juli 2012.
Boson Higgs adalah partikel kecil yang menjadi kunci untuk memahami asal usul massa di Alam Semesta. Boson Higgs kurang lebih seperti lem yang menjilid buku bila dibuat analogi. Lem menyatukan halaman sehingga terbentuklah buku.
Boson Higgs berperan sebagai "lem" yang mengikat partikel-partikel subatomik sehingga membentuk atom. Atom selanjutnya membentuk molekul dan benda-benda di alam semesta.
Kita tidak bakal ada tanpa Boson Higgs . Itulah sebabnya Boson Higgs disebut sebagai God Particle (Partikel Pencipta).
Menemukan Boson Higgs, bagi fisika modern, seperti menatap pegunungan yang tertutup kabut pada malam hari di tengah hujan badai. Ketika Higgs melempar prediksi kita bahkan tidak tahu di mana pegunungan itu atau seberapa tinggi itu. Model Standar fisika partikel bahkan belum ada waktu itu.
Higgs memprediksi di salah satu puncak pegunungan ada Boson Higgs. Bila kita menemukan puncak itu dengan Boson Higgs di sana, maka kita tidak ragu lagi perihal bentuk pegunungan itu lagi sekalipun masih tertutup kabut setebal apapun dalam gelap-gulita.
Namun temuan itu, betapapun mendebarkan secara ilmiah, menghalau Peter Higgs yang pemalu dari mata publik. Ketika dia berbagi Hadiah Nobel dalam Fisika tahun berikutnya, Higgs meninggalkan rumahnya di Edinburgh dan kemping di seberang kota pada hari pengumuman. Tujuannya: supaya komite Nobel tidak dapat menghubunginya!
Fisikawan Frank Close menceritakan kehidupan Higgs dan ide besar fisikawan dalam buku barunya Elusive: How Peter Higgs Solved the Mystery of Mass (Basic Books, 2022).