Awal Mula Kesenjangan Kaya Miskin di Indonesia
Kajian ini menelusuri perkembangan ekonomi dan sosial Hindia- Belanda sejak kedatangan Belanda hingga 1939 dan terbit di ambang Perang Dunia ke-2. Buku ini biasanya jadi salah satu acuan orang terpelajar di Indonesia ketika membahas masalah ketidakadilan ekonomi di Indonesia.
Furnivall berpendapat sistem ekonomi di Hindia-Belanda plural, se-plural suku dan budaya di Hindia-Belanda. Pluralisme itu kemudian dirusak oleh Belanda dengan politik adu-domba. Sementara Belanda memegang kekuasaan politik di Hindia-Belanda, kekuasaan ekonomi diserahkan kepada etnis Tionghoa dan India.
Kebijakan adu-domba itulah yang menjadi akar ketimpangan distribusi kekuasaan dan sumber daya ekonomi di Hindia Belanda. Dampak ketimpangan itu masih terasa sampai hari ini.