artikel / bencana alam memperkaya si kaya dan mempermiskin si miskin

Bencana Alam Memperkaya Si Kaya dan Mempermiskin Si Miskin

Bencana Alam Memperkaya Si Kaya dan Mempermiskin Si Miskin

Bencana alam tidaklah segawat yang dibayangkan orang. Yang gawat dari bencana alam justru peristiwa yang menyusul belakangan. Ketika pemberitaan surut dan relawan bencana angkat-kaki, bencana yang lebih gawat datang.

Hitung-punya-hitung, jumlah orang bunuh-diri jauh lebih banyak dibandingkan korban langsung bencana alam. Dengan patokan Produk Domestik Bruto (PDB), sulit untuk menunjukkan bahwa bencana secara signifikan mengganggu perekonomian.

Topan Haiyan yang melanda Filipina pada tahun 2013 menyebabkan lebih dari 6.000 orang tewas dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah melakukan relokasi penduduk ke kamp-kamp pengungsian dan membangun kembali rumah mereka, tetapi banyak penduduk masih mengalami kesulitan dalam memulihkan hidup mereka karena hilangnya sumber daya dan pekerjaan.

Di Myanmar-negara yang diperintah oleh junta militer xenofobia-para jenderal dan kroni mereka mengambil alih lahan pertanian padi setelah dihancurkan oleh Topan Nargis.

Setelah Topan Katrina, kota New Orleans, dibangun kembali tetapi hanya orang kaya yang bisa kembali ke rumah yang telah dipugar.

John Mutter berargumen bahwa ketika sudah tidak menjadi sorotan lagi, bencana alam jsutru menjadi sarana kemakmuran elit dengan mengorbankan orang miskin.

Selayang pandang proyek Perpustakaan Nirkabel

Perpustakaan Nirkabel (wireless library) is a 12-year-old project bringing digital technology to remote areas in Indonesia, empowering basic education and bridging the gap in education. It enables students in remote areas to access knowledge and resources previously out of reach. Witness the tech enthusiasts' brainchild with a heart for education.

detail