Belajar dari Konflik SARA di Maluku Utara
Buku ini membahas tentang kekerasan agama yang terjadi di Indonesia, terutama pada konflik SARA di Maluku Utara pada 1999-2000. Sepanjang periode itu kita menyaksikan kekerasan paling intens di dalam masyarakat Indonesia selama transisi demokratisasi Indonesia.
Konflik SARA di Maluku Utara, Indonesia dipicu insiden insiden kecil di Ambon. Insiden itu kemudian ditunggangi oleh para provokator sehingga memburuk menjadi kekerasan berlatarbelakang SARA.
Selama hampir setahun, milisi-milisi memimpin perang berdalih agama yang mengakibatkan hampir empat ribu nyawa melayang. Konflik ini juga mengakibatkan pemisahan kawasan berdasarkan agama yang memisahkan sekitar tiga ratus ribu orang dari kampung halaman asli mereka.
Buku ini menggambarkan secara rinci dan mendalam tentang semua aspek konflik yang mematikan dan brutal ini. Buku ini juga memberikan banyak contoh tentang bagaimana teori konflik dapat diterapkan dalam analisis situasi ketegangan dan kekerasan nyata.
Menurut penulis, penggalangan opini publik dan peran elit politik saling memperkuat satu sama lain, serta ada pengaruh rasional dan emosional pada orang-orang yang terlibat dalam konflik tersebut.