Ketika Es Meliputi Bumi
Sekitar 650 juta tahun yang lalu seluruh permukaan Bumi diliputi es--dari kutub sampai ke khatulistiwa pada periode Neoproterozoikum. Selama masa ini, suhu global turun dan es menyebar dari kutub hingga khatulistiwa. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa permukaan es selama periode Snowball Earth dapat mencapai ketebalan lebih dari 1 km di beberapa tempat, dan mungkin bahkan mencapai beberapa kilometer di kawasan kutub.
Kita mengetahui kejadian itu berdasarkan 2 bukti:
cap carbonate
Ada lapisan batuan yang disebut "cap carbonate" di seluruh dunia. Cap carbonate terbentuk ketika es mencair dan mengalir ke laut, yang menyebabkan peningkatan kadar karbon dioksida dan alkalinisasi laut. Proses ini meninggalkan bekas dalam batuan yang mudah dikenali.
nitrogen oksida
Penelitian geokimia menunjukkan bahwa selama periode Snowball Earth, oksigen dan nitrogen teroksidasi menjadi nitrogen oksida, yang membentuk lapisan ozon dan melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet yang berbahaya.
kesamaan fosil
Fosil organisme seperti acritarch dan cyanobacteria ditemukan dalam lapisan batuan yang terbentuk sebelum Snowball Earth terjadi, dan kemudian muncul kembali setelah periode Snowball Earth berakhir, menunjukkan bahwa kehidupan masih bertahan selama periode ini.
Snowball Earth adalah zaman es terparah yang pernah terjadi di Bumi. Buku ini menjelaskan periode lain lebih banyak dan dampak lebih luas, termasuk zaman es yang kemudian secara tidak terduga melahirkan agama. Macdougall menjelaskan kekuatan dahsyat banjir-banjir besar yang menandai melelehnya gletser zaman es Pleistosen.
Frozen Earth juga menggambarkan bagaimana konsep zaman es telah menarik minat para ilmuwan selama hampir dua abad. Buku ini menawarkan pertimbangan yang menarik tentang bagaimana studi iklim Pleistosen saat ini dapat membantu kita memahami perubahan iklim masa depan bumi, termasuk pertanyaan kapan interval es berikutnya akan terjadi.
Yang terpenting, buku ini juga memberikan gambaran yang menarik tentang proses dan metodologi sains, bagaimana kegembiraan penemuan mendorong para ilmuwan untuk menjelajah dan menyelidiki, dan bagaimana waktu dan kesempatan berperan dalam penerimaan ide ilmiah baru.