Panduan untuk Anti Kapitalis
Pada 1968 Elisabeth Beresford menerbitkan novel "The Wombles". Belakangan, karakter dalam kisah itu menjadi simbol perlawanan terhadap neoliberalisme.
Wombles adalah makhluk kecil berbulu yang hidup di bawah tanah di Wimbledon Common, London, dan terkenal karena kegiatan mereka mengumpulkan sampah dan menjadikannya barang yang berguna.
Karakter Wombles kemudian menjadi menjadi simbol perlawanan terhadap kapitalisme karena di dalam cerita dan kisahnya, Wombles hidup secara sederhana, mengumpulkan dan menggunakan barang-barang yang dibuang oleh manusia sebagai sumber daya mereka. Mereka mendaur-ulang benda-benda yang berguna bagi mereka tanpa harus membeli barang baru. Cara hidup ini mencerminkan keberpihakan pada penghematan sumber daya, pemulihan lingkungan, dan pengurangan limbah.
Dalam kisah itu juga, Wombles menentang pengusaha yang mencoba mengambil alih tanah ruang publik untuk membangun pusat perbelanjaan atau properti komersial lainnya. Wombles memperjuangkan hak atas tanah mereka yang secara tradisional dihuni dan dijaga dengan baik, serta mempertahankan alam yang menjadi rumah bagi mereka.
Karakter-karakter Wombles juga menunjukkan sifat-sifat seperti kerja sama, keberanian, dan ketidaksetujuan terhadap pemborosan dan kejahatan lingkungan. Karakter-karakter ini bisa dianggap sebagai pahlawan kecil yang memperjuangkan keadilan dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Tidak heran bila karakter Wombles dapat menjadi simbol perlawanan terhadap kapitalisme yang terlalu fokus pada keuntungan dan mengabaikan kebutuhan lingkungan dan masyarakat.
Kisah ini adalah salah satu yang dibahas dalam buku ini selain Zapatistas, NGO hingga lingkungan hidup, Paris 1968 hingga Seattle, dll.
Buku ini tidak saja berisi manifesto, melainkan peta esensi gerakan dan juga mengartikulasikan kemungkinan alternatif di masa depan untuk menggantikan dominasi perusahaan atas planet kita.