Perpustakaan Nirkabel di Wamena Papua
Rumah Belajar Wamena berada di kawasan urban Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya. Rumah Belajar Wamena adalah unit pertama Perpustakaan Nirkabel yang hadir permanen di kawasan urban yang berlimpah listrik dibanding lokasi selebihnya.
Rumah Belajar Wamena adalah perpustakaan merangkap rumah singgah bagi anak-anak yang berasal dari perdesaan di kawasan Lembah Baliem.
Mereka bersekolah di Wamena karena di kampung halaman mereka tidak ada sekolah. Jarak dari kampung ke mereka di Wamena dalam hitungan hari berjalan-kaki, terlalu jauh untuk pulang-pergi setiap hari. Kendati bisa menumpang, mereka tetap harus bekerja untuk menutupi biaya sekolah dari menjajakan koran, menarik becak, sampai bekerja serabutan.
Mengingat kebutuhan listrik, hampir seluruh proyek Perpustakaan Nirkabel yang menggunakan laptop berada di kawasan urban. Hanya dua versi laptop [terkonfirmasi] yang berada di pelosok rural adalah di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai dan basecamp pendakian Gunung Binaiya di Desa Piliana, Pulau Seram, Maluku.
![]() |
|---|
| Anak-anak Wamena menggunakan laptop untuk menggunakan layanan server Perpustakaan Nirkabel |
| :--: |
![]() |
| :--: |
| Anak-anak Wamena menggunakan laptop untuk memanfaatkan layanan server Perpustakaan Nirkabel |
| :--: |
![]() |
| :--: |
| Belajar memakai trackpad laptop di Rumah Belajar WamenaFoto: Arum Pratiwi |
| :--: |
![]() |
| :--: |
| Antena server menggunakan konektor tipe N-Male flat yang relatif lebih tahan goncangan. |
| :--: |
![]() |
| :--: |
| Laptop HP. |
| :--: |
![]() |
| :--: |
| Adaptor 12V/3A dan kotak berisi relay. Relay ini berfungsi memutuskan total arus dari adaptor. Edisi server sejak proyek ini menanam relay di dalam kotak. |
| :--: |
![]() |
| :--: |
| Dua unit laptop Perpustakaan Nirkabel untuk Rumah Belajar Wamena. Laptop di sebelah kiri dijarah pada Kerusuhan Wamena 23 September 2019. |
| :--: |






