Plastik Plastik Plastik
Masalah sampah plastik yang meningkat di seluruh dunia menimbulkan pertanyaan penting tentang dampaknya terhadap kesehatan manusia.
Pada mulanya, masalah plastik muncul pada makanan laut, terutama kerang. Waktu itu peneliti Belgia menyatakan pencinta seafood menelang 11.000 partikel plastik per tahun.
Penelitian terkini menunjukkan bahwa manusia terpapar lebih banyak plastik melalui partikel plastik yang gentayangan di udara. Serat itu berasal dari pakaian, karpet, dan perabotan rumah.
Pada 2022, peneliti dari Belanda dan Inggris menemukan partikel plastik di dalam paru-paru pasien operasi dan darah pendonor. Walaupun belum ada jawaban pasti mengenai bahaya yang ditimbulkannya, penemuan ini mengubah fokus kekhawatiran terhadap debu mikroplastik yang terhirup, yang bisa menembus jauh ke dalam tubuh.
Istilah mikroplastik diperkenalkan oleh Richard Thompson pada 2004 setelah menemukan plastik sebesar butiran beras di pantai Britania.
Mikroplastik, sebesar kurang dari lima milimeter, telah ditemukan di seluruh dunia, dari dasar Palung Mariana hingga puncak Gunung Everest, dan hadir di dalam garam, bir, buah-buahan, sayuran, dan air minum.
Studi terkait dampak mikroplastik menunjukkan bahwa plastik mengandung ribuan bahan kimia, beberapa di antaranya berpotensi berbahaya. Masalah utama adalah menentukan kombinasi kimia mana yang berbahaya dan tingkat paparan yang membahayakan.
Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek negatif plastik, namun studi pada manusia lebih sulit karena tidak etis untuk memberi makan plastik kepada manusia. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa mikroplastik dapat merusak sel manusia, namun belum ada studi epidemiologi besar yang mendokumentasikan hubungan antara paparan mikroplastik dan dampak kesehatan.
Saat ini, para ilmuwan bekerja untuk memahami lebih lanjut tentang dampak mikroplastik, mengingat produksi plastik terus meningkat. Industri plastik sendiri telah menanggapi dengan menyatakan bahwa masih banyak yang tidak diketahui dan memulai program penelitian untuk menjawab pertanyaan ini. Namun, masalah utamanya tetap: belum ada kepastian tentang seberapa besar bahaya mikroplastik bagi kesehatan manusia dan lingkungan.