artikel / wolbachia dalam perang melawan nyamuk aedes

Wolbachia dalam Perang Melawan Nyamuk Aedes

Wolbachia dalam Perang Melawan Nyamuk Aedes

Gigitan nyamuk menularkan berbagai parasit dan virus yang bertanggung jawab atas hingga 17% dari semua penyakit menular, termasuk malaria, demam berdarah, dan chikungunya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Manusia menggunakan berbagai senjata dan strategi melawan gigitan nyamuk: kelambu, insektisida, minyak di atas air yang menggenang, dan, yang terbaru menggunakan bakteri Wolbachia.

Wolbachia

Wolbachia secara alami ada di tubuh lebih dari 60% serangga, termasuk capung, kupu-kupu, dan ngengat. Tetapi bakteri ini tidak ada dalam nyamuk Aedes aegypti. Aedes aegypti adalah spesies yang setiap tahun menyebabkan 96 juta kasus demam berdarah dan 40.000 kasus berakhir mematikan.

Ketika Wolbachia disusupkan ke dalam telur Aedes aegypti, virus dengue, gagal berkembang biak di dalam tubuh nyamuk setelah menetas. Virus dengue adalah penyebab demam berdarah.

Beberapa peneliti menduga Wolbachia berhasil menghabiskan protein lipid yang diperlukan oleh virus dengue. Apapun penjelasannya, sulit membantah fakta bahwa Aedes aegypti yang telah disusupi Wolbachia tidak dapat menularkan virus dengue seumur hidupnya (2-4 minggu).

Metode penyebaran

Ada dua pendekatan untuk menangani demam berdarah dengan Wolbachia tanpa perbedaan hasil yang mencolok.

menebarkan nyamuk jantan saja

Strategi ini telah diterapkan sejak 2015 di Singapura dan Guangzhou, China, dan di Amerika Serikat, seperti Miami, Texas, dan California. Telur yang dihasilkan dari betina asli dan dibuahi oleh jantan yang dimodifikasi gagal menetas. Akibatnya populasi nyamuk anjlok.

menebarkan nyamuk jantan dan betina sekaligus

Pendekatan kedua digunakan oleh beberapa kota di Vietnam, Indonesia, Malaysia, Brasil, dan Australia. Betina yang terinfeksi mewariskan bakteri ke keturunan mereka. Seiring waktu (beberapa bulan hingga tahun, tergantung pada karakteristik lokasi pelepasan), nyamuk yang dimodifikasi menggantikan populasi asli.

Ketika nyamuk yang dimodifikasi dilepaskan di Singapura pada 2018, kasus demam berdarah diamati berkurang 88% dalam setahun. Di Brasil ada penurunan 69% kasus demam berdarah yang dilaporkan selama tiga tahun dibandingkan dengan area kontrol. Di Yogyakarta, Indonesia, ada penurunan kasus 77% diamati selama 27 bulan setelah penyebaran nyamuk antara dari Maret hingga Desember 2017.

Memperluas modifikasi

Keberhasilan Wolbachia menekan virus demam berdarah telah mendorong epidemiolog untuk mulai mencoba menerapkan hal serupa untuk menekan penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti seperti zika, chikungunya, dan demam kuning.

Selayang pandang proyek Perpustakaan Nirkabel

Perpustakaan Nirkabel (wireless library) is a 12-year-old project bringing digital technology to remote areas in Indonesia, empowering basic education and bridging the gap in education. It enables students in remote areas to access knowledge and resources previously out of reach. Witness the tech enthusiasts' brainchild with a heart for education.

detail