artikel / mencuri otak tuhan

Mencuri Otak Tuhan

Mencuri Otak Tuhan

Masyarakat di Pegunungan Jayawijaya, Papua, Indonesia, percaya bahwa lapisan es adalah otak Tuhan mereka. Pegunungan adalah lengan dan kaki.

Oleh karena itu, mereka biasa membongkar lapisan es untuk memahani kemauan Tuhan. Kegiatan mereka menyebabkan lapisan es di kawasan puncak pegunungan bakal tandas akhir 2010-an. Demikian laporan glasiolog Lonnie Thompson kepada reporter The Daily Climate pada Agustus 2010.

Lapisan es di Papua sangat berharga untuk memahami El Niño paling akurat. Lapisan es itu berada di tengah arus laut terpanas di dunia. Informasi pembentukan es di sana merekam paling detail jejak penyimpangan panas global El Nino selama berabad-abad yang silam.

Laju perusakan es di Papua bisa dihitung dengan mencari lapisan debu radioaktif. Lapisan itu peninggalan percobaan nuklir sepanjang dasawarsa 1950 dan 1960. Rentetan percobaan itu merupakan patokan waktu perubahan lapisan es yang sangat akurat.

Thompson dkk tidak menemukan lagi lapisan debu itu di Papua. Mereka baru menyadari penyebab gejala itu pada akhir perjalanan pulang. Perkemahan rombongan peneliti diserang warga setempat. Warga lokal menuduh rombongan itu adalah pencuri otak Tuhan.

Mereka mencoba menghancurkan ruang pembeku karena mengira di sanalah sampling inti es berada. Inti es sempat diungsikan ke lokasi lain beberapa saat sebelum kerusuhan terjadi di perkemahan. Setelah negosiasi selama empat jam, warga lokal bersedia meloloskan pergi nukilan otak Tuhan mereka.

Tim ekspedisi membawa pulang tiga inti es dari puncak. Panjang silinder inti es yang mereka lebih pendek dibanding contoh 57 ekspedisi lain di 16 negara, dari RRC sampai ke Peru. Tetapi inti es yang sama pendek dari Gunung Kilimanjaro sudah membantu tim peneliti menceritakan sejarah iklim sepanjang 11.700 tahun, terutama di Afrika.

Selayang pandang proyek Perpustakaan Nirkabel

Perpustakaan Nirkabel (wireless library) is a 12-year-old project bringing digital technology to remote areas in Indonesia, empowering basic education and bridging the gap in education. It enables students in remote areas to access knowledge and resources previously out of reach. Witness the tech enthusiasts' brainchild with a heart for education.

detail