artikel / tujuh domain adat papua

Tujuh Domain Adat Papua

Tujuh Domain Adat Papua

Wilayah Papua dapat dibagi ke dalam tujuh kawasan berdasarkan dominasi kebudayaan lokal.

  1. Mamta: Meliputi Jayapura dan sekitarnya, dengan sistem kepemimpinan tradisional "Ondoafi" dimana kepemimpinan diwariskan ke anak laki-laki tertua. Adat Tabi yang berkembang di sini terdiri dari beberapa suku besar seperti Sentani, Dafonsero Utara, dan lainnya.

  2. Saereri: Terletak di utara Papua, mencakup kabupaten seperti Biak Numfor dan Yapen. Suku Biak Numfor, yang mahir dalam pelayaran dan penangkapan ikan, adalah suku utama di wilayah ini. Mereka dikenal dengan pemujaan mereka terhadap Manseren Koreri.

  3. Anim Ha: Dengan arti 'manusia sejati', wilayah ini meliputi Merauke, Asmat, dan sekitarnya. Terkenal dengan Suku Asmat yang ahli dalam ukiran kayu. Wilayah ini juga dihuni oleh Suku Marind Anim dan berbagai suku asli lainnya, yang memiliki perbedaan dalam cara hidup dan struktur sosial.

  4. La Pago: Wilayah ini terdapat di pegunungan tengah Papua Timur dan meliputi kabupaten-kabupaten seperti Jayawijaya dan Puncak Jaya. Di sini tinggal suku-suku seperti Dani dan Dem. Kebanyakan masyarakat di sini masih menggunakan koteka dan tinggal di honai-honai.

  5. Mee Pago: Meliputi wilayah seperti Dogiyai dan Nabire. Suku Mee, yang mendiami kawasan ini, memiliki kepercayaan pra-Kristiani tentang penciptaan dunia oleh Ugatame, yang terdiri dari lima unsur: roh, manusia, binatang, tumbuhan, dan benda tak berjiwa.

  6. Domberai: Terletak di barat laut Papua, mencakup daerah seperti Manokwari dan Sorong. Terdapat 52 suku yang tinggal di wilayah ini, menunjukkan keanekaragaman budaya dan adat istiadat.

  7. Bomberai: Terletak di bagian selatan Kepala Burung, membawahi 19 suku. Wilayah ini meliputi daerah seperti Fakfak dan Kaimana, menampilkan keunikannya dalam struktur sosial dan budaya.

Selayang pandang proyek Perpustakaan Nirkabel

Perpustakaan Nirkabel (wireless library) is a 12-year-old project bringing digital technology to remote areas in Indonesia, empowering basic education and bridging the gap in education. It enables students in remote areas to access knowledge and resources previously out of reach. Witness the tech enthusiasts' brainchild with a heart for education.

detail