OpenAI dan Microsoft di Davos 2024
Pada pertemuan di Davos 17 Januari, editor majalah The Economist mengadakan diskusi terbuka tentang teknologi dan bisnis kecerdasan buatan (AI). Acara itu menghadirkan Sam Altman dari OpenAI dan Satya Nadella dari Microsoft.
OpenAI adalah perusahaan yang sedang naik daun menyusul komersialisasi layanan andalan mereka ChatGPT. Microsoft adalah pemegang 49% saham OpenAI.
OpenAI baru saja melisensikan teknologi mereka hanya kepada Microsoft. Saat ini Microsoft sedang bekerja keras untuk menyatukan teknologi besutan OpenAI ke produk Microsoft. Setelah kerjasama ini resmi, saham Microsoft melejit sampai tiga trilyun dollar AS, melampaui nilai kapital Apple. Kendati demikian lisensi itu memicu sorotan tajam dewan anti-monopoli Uni Eropa.
Dalam diskusi di Davos itu, keduanya sepakat bahwa kemitraan OpenAi dan Microsoft meningkatkan persaingan di pasar AI dan optimis bahwa 2024 akan menjadi tahun besar untuk AI. GPT-4, model terbaru OpenAI, menjanjikan kemampuan yang lebih besar dalam menghasilkan dan memahami audio, serta peningkatan dalam menulis esai dan kode komputer. Altman memandang AI sebagai "komputer baru", dan Nadella setuju dengan pandangan ini, menekankan AI telah mengubah cara kerja tim rantai pasokan Microsoft.
Bagaimana mereka menjawab kekhawatiran tentang potensi AI menggantikan pekerja terampil. Studi IMF menunjukkan bahwa lulusan universitas paling rentan terhadap gangguan ini, sekaligus paling siap mengambil manfaatnya. Nadella dan Altman percaya bahwa AI akan menciptakan lebih banyak pekerjaan daripada yang dihilangkannya.
Fokus besar riset kedua perusahaan sudah masuk pada pengembangan kecerdasan umum buatan (AGI-artificial general intelligence), meskipun mereka tidak membocorkan kapan AGI akan terwujud. AGI adalah kecerdasan buatan yang lebih cerdas daripada manusia pada umumnya.
Altman membandingkannya dengan evolusi iPhone, di mana kemajuan terjadi secara bertahap. Mereka berpendapat bahwa penggunaan AGI bakal diatur oleh rezim masing-masing negara. Mereka harus menyeimbangkan risiko dan manfaat AI.