artikel / ethiopia berhutang satelit kepada rrc

Ethiopia Berhutang Satelit kepada RRC

Ethiopia Berhutang Satelit kepada RRC

Satelit penginderaan jauh pertama Ethiopia, yaitu satelit ETRSS-1, diluncurkan ke orbit oleh roket Long March 4B RRC December 2019. Pada Maret 2021 RRC secara resmi menyerahkan kepada Ethiopia. Inilah untuk pertama kali RRC menghutangkan satelit kepada negara lain.

ETRSS-1 adalah proyek perubahan iklim Addressing Climate Change Foundation di bawah kerangka "kerjasama selatan-selatan". Proyek ini menggunakan solusi "lepas-kunci" yang mencakup segmen luar angkasa, segmen darat, layanan peluncuran, dan pelatihan teknisi. ETRSS-1 memiliki berat sekitar 65kg dan membawa muatan optik multi-spektrum dengan resolusi spasial 15m.

Sejak diluncurkan, data satelit telah digunakan untuk berbagai aplikasi di sektor pertanian, pemantauan infrastruktur, pemantauan sumber daya air, pemantauan banjir, dan aplikasi serupa.

Selain itu, proyek ini juga melibatkan pelatihan teknisi dan pengembangan satelit bagi insinyur dan ilmuwan Ethiopia. Saat ini, mereka dapat melakukan operasi satelit secara mandiri dengan pengawasan yang terbatas.

Memiliki satelit bukan hal baru bagi negara-negara di Afrika. Nigeria sudah meluncurkan lima satelit sejak 2003, salah satunya menghabiskan biaya 300 juta dollar. Negara kawasan Afrika selebihnya yang sudah memiliki satelit sendiri adalah Afrika Selatan dan Mesir. Kenya, Angola, dan Ghana bertekad untuk bergabung dalam klub satelit Afrika dekade ini.

Ethopia berdalih satelit adalah sebentuk investasi negara untuk perbaikan mutu sumberdaya manusia. Minat warga terhadap sains dan tetek-bengeknya diharapkan meningkatkan juga minat berilmu di negeri itu dalam jangka panjang.

Satelit memang tidak kudu semahal Nigeria. Sekarang sudah ada perusahaan yang menawarkan satelit mini sebesar batok kelapa berharga beberapa ratus ribu dollar AS saja.

Selayang pandang proyek Perpustakaan Nirkabel

Perpustakaan Nirkabel (wireless library) is a 12-year-old project bringing digital technology to remote areas in Indonesia, empowering basic education and bridging the gap in education. It enables students in remote areas to access knowledge and resources previously out of reach. Witness the tech enthusiasts' brainchild with a heart for education.

detail