Perpustakaan Nirkabel di Ketapang Kalimantan Barat
Satu unit proyek Perpustakaan Nirkabel hadir di salah satu sekolah formal di kota Ketapang, Kalimantan Barat. Hadir di institusi pendidikan formal, proyek di Ketapang berhasil mendaur laptop yang sudah berusia 16 tahun--tertua dari seluruh laptop yang pernah didaur-ulang proyek ini sampai 2019.
Laptop yang ditempatkan di Ketapang produksi pabrik 2003. Kondisi fisik laptop ini prima ketika diterima dari donatur. Satu-satunya penggantian komponen yang mutlak perlu hanyalah baterai CMOS (Complementary metal–oxide–semiconductor) untuk jam internal. Laptop ini mogok kerja apabila baterai CMOS mati total.
Dengan asumsi penggunaan wajar, baterai CMOS akan gagal berfungsi lagi pada 2025. Laptop ini masih bisa terus berfungsi dengan menukar baterai dengan biaya komponen di bawah Rp20.000 (kurang lebih satu dollar AS) dengan mengabaikan biaya pemasangan yang mungkin bisa tiga digit. Bukan tidak mungkin perkakas ini bisa bekerja sampai tiga dekade sejak lahir.
Laptop ini menggunakan Pentium-M yang belum menerapkan penuh teknologi Physical Address Extension(PAE). PAE baru menjadi kodian pada laptop produksi setelah 2005. Transisi ini menyulitkan pemilihan sistem operasi.
Tidak semua distribusi Linux mau berjalan di Pentium-M non-PAE. Dari seluruh versi yang pernah dicoba hanya ada tiga distribusi Linux yang bisa berjalan di laptop ini, yakni Bodhi Linux, Puppy Linux, dan Tiny Core. Setelah oprek sana-sini, pilihan jatuh pada Bodhi Linux karena paling mudah digunakan dan dipelajari oleh pemula.
Masih ada distribusi Linux untuk komputer bertenaga Pentium yang belum dicoba. Atas pertimbangan usia, maka perkakas ini ditempatkan di lokasi yang relatif nyaman untuk laptop: listrik berlimpah, disiplin pemakai, dan penyimpanan terjaga.
Sampai 2019 proyek ini menempatkan satu unit di kawasan urban Kalimantan. Model penempatan ke institusi formal tidak lazim bagi proyek ini. Pada umumnya teknologi ini diberikan ke lokasi pendidikan informal.
Model penempatan di sekolah formal adalah salah satu bentuk ujian (social experiment) terhadap konsep pendidikan digital formal dan informal nirkabel. Dalam beberapa tahun ke depan, manakah yang lebih sukses berdampak kongkret terhadap masyarakat: penempatan perpustakaan nirkabel di lembaga pendidikan formal atau informal; urban atau rural?
Mengingat kebutuhan listrik, hampir seluruh proyek Perpustakaan Nirkabel yang menggunakan laptop berada di kawasan urban. Hanya dua versi laptop [terkonfirmasi] yang berada di pelosok rural adalah di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai dan basecamp pendakian Gunung Binaiya di Desa Piliana, Pulau Seram, Maluku.
![]() |
|---|
| Perpustakaan Nirkabel edisi laptop di Ketapang, Kalimantan Barat. Perpustakaan ini berada di perpustakaan sekolah formal di kota itu. Foto: Tri Sunarto |
| :--: |
![]() |
| :--: |
| Proyek ini telah berhasil memperpanjang kehidupan laptop berteknologi Pentium. Usia laptop dan pemakai dalam foto ini kurang lebih sama. Foto: Tri Sunarto |
| :--: |

