Gelombang Panas Memanggang Nepal
Gelombang panas yang brutal melanda Asia Selatan, dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, bahkan pernah 44 derajat Celsius di kota Nepalgunj dan Nawalpur. Departemen meteorologi Nepal memperingatkan bahwa suhu ekstrem ini mungkin berlanjut hingga pertengahan Juli 2023 dan semakin sering terjadi. Pemerintah telah mengeluarkan imbauan untuk rajin minum, bekerja di dalam ruangan sebanyak mungkin, dan menghindari terik matahari.
Shanti Bohara, seorang pedagang sayur kaki-lima di Dhangadhi tekor karena sayur yang dijajakan layu hanya dalam tempo beberapa jam selama gelombang panas memanggang Asia Selatan Juni 2023.
Kundan Aryal, seorang profesor di Universitas Tribhuvan di Kirtipur, mengatakan komunitas miskin adalah yang paling terdampak. Mereka tidak memiliki fasilitas pendingin seperti kipas angin, kulkas, dan AC dengan pendapatan di bawah UMR.
Para pekerja harian, seperti petani dan buruh bangunan kesulitan mencukupi kebutuhan hidup karena cuaca panas menghalangi aktivitas mereka. Petani khawatir hasil panen berkurang jika kondisi panas berlanjut, sementara sekolah dan perguruan tinggi di beberapa bagian Nepal terpaksa ditutup selama lebih dari seminggu.
Media lokal melaporkan peningkatan kasus dehidrasi, kelelahan, pingsan, nyeri otot, muntah, mata gatal, dan pusing di rumah sakit. Selain itu, kekurangan air dan pemadaman listrik juga terjadi, mempengaruhi ketersediaan obat-obatan dan vaksin.
Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia menjadi penyebab utama suhu yang semakin ekstrem, bukan hanya di Nepal tetapi juga di seluruh Asia Selatan. Pejabat dan ilmuwan Nepal menyoroti perlunya strategi nasional untuk mengatasi dampak perubahan iklim.
Anil Pokharel petinggi di Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) menyebut bahwa gelombang panas telah menjadi lebih parah dan sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Archana Shrestha, wakil direktur jenderal Divisi Ramalan Cuaca Nepal, menggarisbawahi pentingnya mengakui dampak perubahan iklim dan pemanasan global melalui observasi pola iklim yang berubah.
NDRRMA sedang mengembangkan kebijakan jangka panjang dan strategi intervensi untuk menghadapi gelombang panas, gelombang dingin, dan dampak perubahan iklim secara keseluruhan di Nepal.
Disarikan dari Situs DW Juni 2023