artikel / mati kepanasan

Mati Kepanasan

Mati Kepanasan

Satu penelitian 2020 menunjukkan bahwa sejak 2001, hampir semua tahun terpanas terjadi, dengan 2020 diperkirakan sebagai yang paling panas (2023 belakangan menjadi tahun yang lebih panas lagi). Dengan judul "Future of the human niche", yang diterbitkan di PNAS, ini mengungkapkan bahwa suhu rata-rata tahunan di atas 29°C, yang saat ini hanya terjadi di 0,8% area di dunia, mungkin akan mempengaruhi sepertiga populasi dunia pada tahun 2070.

Indonesia termasuk negara yang akan terkena dampak parah. Beberapa daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi dan Bali, telah mengalami suhu sangat tinggi baru-baru ini, mencapai 38,8°C. Ada juga ramalan suhu mencapai 44°C, tapi ini dibantah oleh kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengatakan bahwa Indonesia tidak mengalami gelombang panas, cuma suhu tinggi karena posisi matahari.

Laporan WWF tentang perubahan iklim di Indonesia memperkirakan gelombang panas dan kekeringan lebih sering di bagian selatan, serta hujan lebat dan berbahaya di daerah lain (http://awsassets.panda.org/downloads/inodesian_climate_change_impacts_report_14nov07.pdf). Dengan pemanasan iklim rata-rata 0,2 hingga 0,3°C setiap dekade, banyak bagian Indonesia diperkirakan akan mengalami suhu tahunan di atas 29°C, kondisi yang saat ini jarang terjadi di dunia.

Pemetaan oleh Simon Papai menunjukkan bahwa sebagian besar populasi Indonesia mungkin akan tinggal di daerah yang terlalu panas untuk dihuni pada tahun 2070 (https://www.pnas.org/content/117/21/11350). Studi ini juga mempertimbangkan tingkat kelembaban yang tinggi di Indonesia, yang bisa membuat panas lebih sulit ditoleransi.

Keterlambatan dalam menanggapi perubahan iklim membuat kita terlalu nyaman dengan situasi saat ini. Kita menuju ke dunia di mana sekitar 3 miliar orang bisa tinggal di tempat yang terlalu panas untuk dihuni.

Selayang pandang proyek Perpustakaan Nirkabel

Perpustakaan Nirkabel (wireless library) is a 12-year-old project bringing digital technology to remote areas in Indonesia, empowering basic education and bridging the gap in education. It enables students in remote areas to access knowledge and resources previously out of reach. Witness the tech enthusiasts' brainchild with a heart for education.

detail