Daftar Gempabumi Paling Menggemparkan di Indonesia
Indonesia merupakan negara keempat terpadat di dunia dengan lebih dari 250 juta penduduk. Negara ini mengalami lebih banyak gempa dibandingkan negara lain di dunia, karena berada di wilayah tektonik aktif dengan lebih dari 18.000 km zona lempeng tektonik.
Potensi aktivitas tektonik ini dapat berdampak buruk pada penduduk, seperti yang terjadi pada gempa Sumatra pada tahun 2004. Untuk mengurangi risiko gempa di Indonesia, peta bahaya gempa nasional baru dikembangkan pada tahun 2010.
Pada laporan ini, pengamatan sejarah delapan gempa besar di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara antara tahun 1699 dan 1867 digunakan untuk mengidentifikasi sumber gempa, memodelkan getaran tanah, dan memperkirakan dampak kematian jika terjadi kembali hari ini.
Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa mengalami getaran tanah tinggi pada gempa antara 1699 dan 1867. Gempa dalam lempeng dapat berkontribusi lebih besar pada risiko gempa di Jawa daripada yang diperkirakan sebelumnya. Pemahaman saat ini tentang sumber gempa di Jawa masih belum lengkap.
Peta bahaya gempa nasional saat ini mungkin meremehkan frekuensi getaran tanah tinggi, terutama untuk Jakarta. Diperkirakan banyak gempa dalam sejarah yang jika terulang kembali hari ini dapat menewaskan 10.000 orang atau bahkan lebih.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbarui peta bahaya gempa nasional Indonesia dan menyediakan database skenario gempa berbasis sejarah untuk perencanaan penanggulangan bencana.
Tim peneliti mengungkap beberapa kasus gempa yang terjadi di Jawa dan sekitarnya. Pilihan penelitian didasarkan pada status Jawa sebagai pulau paling padat penduduk di dunia, sehingga mitigasi bencana perlu jadi prioritas di sini.
Berikut ini gempa yang relatif besar diurutkan secara kronologi sejak abad ke-17 sampai ke-19.
Gempabumi paling menggemparkan di Indonesia
| Tanggal | Kekuatan (M) | Lokasi |
|---|---|---|
| 5 Januari 1699 | 8.0-9.0 | Jawa dan Sumatra |
| 22 Januari 1780 | 7.0-8.0 | Jawa Barat dan Sumatra |
| 22 November 1815 | 7.3 | Jawa, Bali, dan Lombok |
| 29 Desember 1820 | 8.4 | Jawa, Flores, dan Sulawesi |
| 10 Oktober 1834 | 7.0-7.7 | Jawa Barat, Baribis |
| 4 Januari 1840 | 6.5 | Jawa Tengah dan Timur |
| 17 November 1847 | 7.5-7.6 | Jawa Barat dan Tengah |
| 10 Juni 1867 | 7.7 | Jawa dan Bali |
Pembaca dapat memeriksa sendiri penelitian ini di sini.