Gempabumi 5 Januari 1699 di Jawa dan Sumatra
Pada 5 januari 1699 gempabumi mencabik-cabik Batavia (Jakarta). Gempa itu masuk daftar gempa terbesar yang pernah melanda Jawa. Sumber gempa terletak di sekitar Cisalak dan Lampung. Gempa merusak terutama Batavia, Lampung, Banten, dan Bogor.
Ada dua skenario berdasarkan simulasi gempa 1699
Skenario A, terjadi gempa intraslab yang mengakibatkan guncangan sangat tinggi (MMI 9) di Jakarta, Cisalak, Banten, Bogor, dan Lampung, yang dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Kawasan utara Banten, Bandung, dan pantai utara dari Selat Sunda hingga Karangampel (Kabupaten Indramayu) mengalami getaran sangat tinggi (MMI 9) akibat gempa intraslab pada skenario A.
Gempa intraslab terjadi ketika dua lempeng tektonik bertemu dan salah satunya terbenam ke bawah, biasanya pada kedalaman 70 hingga 300 km di bawah permukaan. Gempa intraslab biasanya lebih kuat dan dangkal dibanding subduksi di zona subduksi atau megathrust.
Skenario B, intensitas 6-7 (MMI ) di seluruh Jawa Barat, kecuali di pegunungan dan pantai selatan.
Banten bagian Utara dan Tengah tersusun oleh material piroklastik, dan material lepas Kuarter yang dapat memperkuat gelombang seismik.
Gempabumi paling menggemparkan di Indonesia
| Tanggal | Kekuatan (M) | Lokasi |
|---|---|---|
| 5 Januari 1699 | 8.0-9.0 | Jawa dan Sumatra |
| 22 Januari 1780 | 7.0-8.0 | Jawa Barat dan Sumatra |
| 22 November 1815 | 7.3 | Jawa, Bali, dan Lombok |
| 29 Desember 1820 | 8.4 | Jawa, Flores, dan Sulawesi |
| 10 Oktober 1834 | 7.0-7.7 | Jawa Barat, Baribis |
| 4 Januari 1840 | 6.5 | Jawa Tengah dan Timur |
| 17 November 1847 | 7.5-7.6 | Jawa Barat dan Tengah |
| 10 Juni 1867 | 7.7 | Jawa dan Bali |
Pembaca dapat memeriksa sendiri penelitian ini di sini.