Gempabumi 4 Januari 1840 di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Pada 4 Januari 1840, Jawa Tengah diporak-porandakan gempa bumi. Gempa hari itu terasa mulai dari Semarang, Demak, Salatiga, Kendal, Jepara, Pati, Pekalongan, Ambarawa, sampai ke Banyumas, Pacitan dan Kediri.
Berlansung selama dua menit, gempabumi terjadi jam 13:15 waktu setempat di Semarang, Demak, dan Salatiga. Beberapa daerah merasakan guncangan lebih singkat satu menit. Di Yogyakarta, tiga guncangan dirasakan selama lebih dari satu menit dan menyebabkan orang sujud berdoa.
Gempa tersebut kemungkinan terjadi di sesar Luk-Ulo atau sesar Muria-Progo yang merupakan fitur terpenting berdasarkan distribusi sejarah MMI. Beberapa penelitian menggunakan pengukuran gerakan lempeng GPS menunjukkan kemungkinan terjadinya gempa dengan kekuatan MW 6,5 pada sesar mendatar di kelurusan Muria-Progo. Dampak intensitas gempa berpotensi mencapai MMI 7 dan 8 di beberapa daerah.
Gempabumi paling menggemparkan di Indonesia
| Tanggal | Kekuatan (M) | Lokasi |
|---|---|---|
| 5 Januari 1699 | 8.0-9.0 | Jawa dan Sumatra |
| 22 Januari 1780 | 7.0-8.0 | Jawa Barat dan Sumatra |
| 22 November 1815 | 7.3 | Jawa, Bali, dan Lombok |
| 29 Desember 1820 | 8.4 | Jawa, Flores, dan Sulawesi |
| 10 Oktober 1834 | 7.0-7.7 | Jawa Barat, Baribis |
| 4 Januari 1840 | 6.5 | Jawa Tengah dan Timur |
| 17 November 1847 | 7.5-7.6 | Jawa Barat dan Tengah |
| 10 Juni 1867 | 7.7 | Jawa dan Bali |
Pembaca dapat memeriksa sendiri penelitian ini di sini.