Gempabumi 17 November 1847 di Jawa Barat dan Jawa Tengah
Pada tanggal 16 November 1847, terjadi gempa bumi bersejarah yang dirasakan intens di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Provinsi Lampung, Sumatera. Jarak yang dirasakan gempa sekitar 700 km. Kabupaten Indramajoe dan Cheribon terkena dampak paling parah. Gempa juga dirasakan di Kabupaten Madjalengka, Koeningan, Sumedang, Bandong, Batavia, Buitenzorg, dan Banten. Gempa ini dikatakan sebagai yang terbesar dalam 30 tahun terakhir kecuali pada Oktober 1834.
Di Batavia, dua goncangan hebat terasa, yang pertama pada pukul 10.18 berlangsung selama 8 detik, dan yang kedua pada pukul 10:25 selama 12 detik. Tiga kejutan pada interval 5 sampai 10 menit dirasakan dari sekitar 10:30 di Buitenzorg. Di Banjaran, tiga goncangan menyebabkan goyangan bangunan kayu, dan di Sumedang rumah batu Asisten-Residen rusak hingga tidak dapat dihuni.
Gempa ini menyebabkan kerusakan parah pada gedung-gedung pemerintah, benteng, dan lebih dari 40 rumah milik orang Tionghoa di Kabupaten Indramajoe. Retakan selebar 1-2 kaki terbentuk di tanah daerah lain di Kabupaten Indramajoe. Di Boentamatii, 24 km selatan Indramajoe, semua tempat tinggal runtuh.
Gempa bumi terparah terjadi di Karesidenan Cheribon bagian utara dan barat. Guncangan tanah dimulai sekitar pukul 10:45 dan berlangsung selama hampir 30 detik. Ibu kota Cheribon hancur dan semua gedung pemerintahan kecuali bangunan kayu seperti gudang, rusak berat. Lebih dari 200 tempat tinggal batu pribadi rusak berat dan tidak bisa dihuni.
Gempa susulan terus berlanjut dan dirasakan hingga tanggal 20 November di Cheribon. Kerusakan parah juga dilaporkan di tempat lain di Keresidenan Cheribon seperti Tomo, Palimanang, Ardjowinangon, Glagamidang, Rajagaluh, Pamankiran, Tjiboeloe, Dana Radja, Genting, dan Persana. Gempa juga dirasakan di Lampung.
Gempabumi paling menggemparkan di Indonesia
| Tanggal | Kekuatan (M) | Lokasi |
|---|---|---|
| 5 Januari 1699 | 8.0-9.0 | Jawa dan Sumatra |
| 22 Januari 1780 | 7.0-8.0 | Jawa Barat dan Sumatra |
| 22 November 1815 | 7.3 | Jawa, Bali, dan Lombok |
| 29 Desember 1820 | 8.4 | Jawa, Flores, dan Sulawesi |
| 10 Oktober 1834 | 7.0-7.7 | Jawa Barat, Baribis |
| 4 Januari 1840 | 6.5 | Jawa Tengah dan Timur |
| 17 November 1847 | 7.5-7.6 | Jawa Barat dan Tengah |
| 10 Juni 1867 | 7.7 | Jawa dan Bali |
Pembaca dapat memeriksa sendiri penelitian ini di sini.